Sabtu, 17 Januari 2015

modest wear : when khakhi meets peach





Lagi sukaaa banget pake dress terusan / atasan berbahan katun, soalnya adem dan nyerap keringat (padahal orang bandung, tapi udara Bandung sekarang kadang-kadang panas kadang dingin hihi). Bahan katun rayon ini memang nyaman, walaupun suka cepat kusut (tapi kusutnya menurut gda lucu, berseni, hihi ). Di Marquissa dress ini sengaja gda mix bahan katun rayon dengan chiffon motif, dan shawlnya berbahan satin supaya walaupun casual tapi tetap berkesan rapi. Happy try!

Wardrobe :
 Marquiss dress : GDa'S by Ghaida
 batik bag : @yunico
Zahra Shawl : GDa'S by Ghaida
 Shoes : @Cajsa
photographer : Ghelia
photo editor : ghaida
place : #gdasfamilybaitijannati

Minggu, 11 Januari 2015

Play date ke Floating Market Lembang Bandung



(Nifaa dan Syatiir)


Para ibu-ibu yang gak sengaja ber dresscode Ungu unyu, Hihihi. ( gda dan teh utie ) ini foto hasil jepretan nya Nifaa loh! Alhamdulillah yaa, sudah bisa dikaryakan ternyata hihihi




date : Thursday, 8 January 2015
Place : Floating Market, Lembang, Bandung

Yeay! Alhamdulillah jadi juga play-date sama Syatiir dan mamanya. Syatiir adalah teman satu sekolah Nifaa di TK Khas Daarut Tauhiid Bandung. Sebetulnya syatiir dan Nifaa sewaktu di sekolah jarang main bersama, tapi karena mama-mama nya berteman ( gda pernah pergi sama teh uti *mama syatiir* ke Thailand bareng-bareng ) jadi aja mereka main bersama. Seperti biasa, awal-awal bertemu malu-malu, tapi lama-lama akrab juga.

Sejujurnya ini kali pertama gda ke floating market ( kemana ajaaaaaa ghaida, padahal orang Bandung hehe! ) dan ternyata bagus banget ih disini! pemandangannya, fasilitasnya, dan makanannya. Baru ke floating market karena hampir setiap mau kesana bersama keluarga, selalu penuhhh dan macet, karena waktunya adalah weekend yang mana kalau weekend di Bandung itu macetnya banget banget (biasa orang Bandung malah suka males keluar rumah kalau weekend). Akhirnya gda dan teh uti memutuskan untuk kesini di weekdays, tapi ternyata tetap penuh! walaupun gak "pasedek- sedek" juga sih hehe (mungkin karena masih musim liburan anak sekolah juga). Sewaktu masuk gerbangnya,  kita disuguhi pemandangan yang Ma sha Allah bagus banget! ada danau buatan dan pepohonan yang tertata rapi bikin mata jadi segar dan sejuk. Setelah puas foto-foto disitu (gak puas juga sih, karena biasalah kalau bawa anak-anak mereka cepat bosan, sampai bilang "ih bunda foto-foto terus atuh, bosen" hehe, peace Nifaa) kita langsung jalan-jalan. Ternyata ada tempat kasih makan kelinci, kelincinya lucu-lucu banget pada lincah dan sepertinya kekenyangan karena banyak yang kasih makan.

(rumah kelincinya lucu ya! seperti yang ada di film teletubbies)


Nifaa betah sekali sewaktu kasih makan kelinci, sampai-sampai tangan Nifaa masuk ke rumah kelinci buat elus-elus punggungnya sambil bilang, " Nifaa sayang kelinci, makan yang banyak yaa" Ya ampuun, hihi. Alhamdulillah Nifaa memang penyayang binatang (padahal bundanya gak gitu telaten dan tertarik sama binatang, geli-geli gimana gitu). 

Setelah itu, karena lihat hasil foto ternyata senyum sudah kurang ikhlas dan kurang bertenaga (eaaa) berarti ini perut harus di isi, hehe. Akhirnya kita ke lokasi makanan dan ternyata banyak sekali macam-macam makanannya, banyak jajanan Bandung (aduh gak kuat). Akhirnya pilihan gda adalah mie kocok, pancake durian, bakpaw, pisang goreng gula aren. Alhamdulillah enak-enak. Ternyata disini sistemnya harus menukarkan uang kita dengan koin, jadi pembayarannya menggunakan koin. Lucunya tempat yang jual makanannya pun menggunakan perahu di danau (makannya namanya floating market). Dari situ, karena kenyang dan bertenaga kembali, Nifaa ingin naik perahu katanya. Pilihan perahu ada yang kano (pakai dayung), perahu sepeda (yang dikayuh itu lho), dan kereta perahu. Akhirnya kita milih kereta perahu karena yang paling tidak mengeluarkan tenaga alias duduk-duduk doang (pilihan macam apa ini ?!?! padahal baru aja makan, heuheu) dan ternyataaaaa antrinya super lama karena 1 rondenya 20 menit dan yang antrinya banyak, jadi saja anak-anak mulai bosan dan meminta ice cream. yasudah, tak apa lah. Ahirnya tibalah saatnya menaiki perahu, ternyata Nifaa senang karena bisa leyeh-leyeh sambil kena angin sepoy-sepoy di siang menuju sore hari (halah). setelah itu, kita jalan-jalan lagi sambil disuguhi pemandangan ilalang, pepohonan, dan rerumputan serta makanan-makanan yang memanjakan lidah dan perut (terutama anak-anak). Tak terasa waktu menujukkan pukul 3 sore (kita berangkat jam 9 pagi loh! 6 jam dong) ohya! tiket masuknya jangan hilang, karena bisa di tukar dengan minuman hangat / dingin di gerbang masuk, lumayan kan? hehe.

Dan sesampainya di rumah, rasanya tepar sekali tapi menyenangkan. Alhamdulillah, anak senang bundanya pun ikut senang. Memang kalau playdate gini dengan teman yang seumuran, hikmahnya anak lebih senang karena dia ada temannya ketika para bunda sibuk dengan foto-foto ;p gak denk, maksudnya mereka juga ada teman bermain, jadi gak bosan lagi. hmmm kemana lagi ya kita? ^^

Selasa, 06 Januari 2015

Simple Clean Look






Wardrobe :
watermellon dress in white : GDa'S by Ghaida
bag : Michael Kors
Shoes : iwearUP
photographer : Ghelia
photo editor : ghaida
place : #gdasfamilybaitijannati

Indonesian Hijab Blogger (IHB)




Sebetulnya ini adalah super late post, hehe. Karena Gathering pertama IHB ini adalah pada tanggal 8 Desember 2014 di Pasific Place, Jakarta. But better late to post than never, rite? peace! Awalnya gda tidak berencana untuk datang, karena memang sedang tidak ada agenda ke jakarta tanggal segitu, tapi karena suci utami (salah satu blogger) menyarankan saya untuk ikut silaturahmi dengan para bloggers (siapa tau jadi lebih semangat ngeblog), saya fikir kenapa tidak? Akhirnya saya berangkat dari Bandung, (pulang pergi karena anak-anak di Bandung) khusus untuk datang ke gathering IHB ini.  Alhamdulillah benar saja, bertemu teman-teman blogger ini gda mendapat ilmu baru tentang blogging dan membuat gda jadi lebih semangat blogging lagi (tahu sendiri beberapa waktu yang lalu, sangat moody, padahal awal blogging 2009 dulu sangat semangat, hihi).
Memang benar adanya, jika kita ingin "charge" semangat kita akan suatu hal, salah satu cara adalah melalui berkumpul bersama orang-orang yang satu minat / satu frekuensi ^^

Untuk teman-teman yang ingin bergabung, bisa langsung mendaftar di blog IHB loh! yuk!

Minggu, 04 Januari 2015

Assalamualaikum Beijing



( bersama Muslimah sekaligus penulis yang inspiring sekali : Mba Helvy Tiana Rosa, Mba Asma Nadia, Meyda Sefira, dan Nifaa yang lagi digendong, hehe )

Alhamdulillah, pas tanggal 1 Januari 2015, bisa NOBAR alias nonton bareng film baru di bioskop yang judulnya "Assalamualaikum Beijing" dimana film ini diangkat dari Novel Bestseller karya mba Asma Nadia. Yang Jelas, keluar dari bioskop, mata masih agak sembab, karena filmnya aseliiii mengharukan banget, lebih romantis dari drama korea! hehehe. Banyak kata-kata yang makna nya "daleeem" banget, ah pokoknya harus nonton sendiri (karena kalau di ceritakan disini ga seru lagi nanti, kalau sinopsis temen temen bisa langsung tanya mbah google aja ^^ ). Intinya film ini menceritakan tentang cinta karena Allah, perjuangan, dan pengorbanan. Apalagi buat temen-temen yang masih menunggu jemputan sang pujaan hati, alias belum bertemu jodohnya, nonton film ini bisa membuat kita lebih diingatkan kembali tentang makna cinta yang seharusnya.  Dari film ini juga, bisa melihat keindahan Beijing, sambil berdoa semoga suatu saat bisa kesana, ke The Great Wall yang terkenal itu! hihi, Aamiin. Jujur deh, setelah nonton ini, gda jadi terinspirasi untuk solo traveling. Sepertinya seru sekali, memacu adrenalin sekaligus belajar lebih mandiri dan open minded. Semoga, suatu saat ada kesempatan dan rezekinya. Kapan lagi kita mendukung perfilm-an indonesia yang berkualitas dan bermakna? Recommended untuk di tonton loh! ^^

Jumat, 02 Januari 2015

Seminar parenting : Mengenalkan Aqidah Pada Buah Hatiku


(shawl by GDa'S by Ghaida, blazer by XSML, skirt by MEDINA ZEIN)

(ceritanya Candid, padahal.. Bener! hihi untung candidnya gak olohok (apakah ini?))

(with ibu Nia and ibu Julia)


Alhamdulillah tgl 27 Desember 2014, gda mendapatkan kesempatan untuk menjadi salah satu pembicara di acara seminar parenting yang diadakan oleh Yayasan Darul Hikam, Bandung, dengan tema : Mengenalkan Aqidah pada Buah Hatiku.
Sejujurnya, sewaktu diminta oleh panitia, gda sempat ragu karena gda merasa, gda masih sangat belajar untuk menjadi orang tua, anak-anak pun masih pada kecil-kecil, jadi dari segi pengalaman dan ilmu pasti akan berbeda jauh dengan yang anak-anaknya sudah besar-besar dan sukses. Tadinya tidak akan terima, tapi setelah difikir-fikir, mungkin ini adalah kesempatan dari Allah untuk gda belajar, sekaligus berbagi pengalaman. Alhamdulillah, dan benar saja gda dapet ilmu dari narasumber lain yang Masha Allah ilmu parentingnya banyak sekali.
Ada yang bilang, “ Tidak ada sekolah untuk menjadi orangtua, menjadi Ayah maupun Ibu, yang ada adalah kita selalu belajar untuk menjadi orangtua”. Iya betuuuul sekali, harus mau belajar dan belajar. Karena ternyata setiap episode itu berbeda-beda, berikut persoalan dan solusinya. Terkadang kita berfikir A, ternyata yang terjadi B, dan lainnya. Dan sepertinya memang tidak bisa disamakan dalam menangani anak “jaman sekarang” dengan jaman sebelumnya, namun Alhamdulillah kita sebagai muslim, diberi tuntunan dan contoh yang maha Dahsyat, yaitu Al Quran dan Hadist, dan panutan kita Rasulullah SAW.
Di seminar ini, yang menjadi Narasumber selain gda adalah Bapak Sodik Mujahid, Ibu Nia, dan Ibu Julia. Disini seperti di ingatkan kembali, sebetulnya apa hal paling mendasar dalam mendidik Anak dalam Islam. Bapak Sodik bilang, potensi anak yang sempurna yang diberikan Allah SWT itu seperti pohon, dengan Aqidah (Iman yang kokoh) sebagai akarnya, ilmu dan amal yang Soleh sebagai batangnya (jalan hidupnya), sehingga dia bisa seperti pohon yang selalu berbuah, yaitu bermanfaat bagi sesama. Kita terkadang ingat bahwa anak adalah titipan dari Allah, kita sibuk merawat dan mendidiknya dengan berbagai target yang bersifat “duniawi” namun sebetulnya yang paling mendasar dan penting adalah Aqidah itu tadi. In sha Allah kalo Qolbu (hati) nya baik, baik juga semuanya. Unsur Qolbu itu ada potensi iman (SQ), potensi nafsu (EQ), dan potensi nalar (IQ) yang mana semua ini harus seimbang. Terasa memang, ketika tiga hal ini tidak seimbang, misalnya ketika kita sibuuuk sekali dengan fikiran kita yang disangkut paut kan dengan logika, ketika kita merasa semua permasalahan bisa difikir dengan logika, terkadang justru kita merasa stres dan tertekan. Padahal tidak semua hal bisa difikir dengan logika, yang mana itu adalah rahasia Allah, maka dari itu kita wajib bertawakkal.
Dari Narasumber lainnya, yaitu Ibu Nia dari yayasan konseling Darul Hikam, gda mendapatkan ilmu kalau ternyata anak balita itu tidak bisa diajarkan dengan nasihat atau omelan omelan yang bertubi-tubi. Memang sih, jujur deh, seumuran Nifaa ini (4 tahun) tingkah lakunya sangat membuat gemas terkadang. Terkadang sensitif sekali, tidak mau diatur, suka mencari alasan, dan hal lainnya yang membuat otak ini berfikir berulang-ulang, gimanaaa caranya supaya mau (mandi misalnya, atau makan, atau shalat). Ya ternyata balita memang tidak bisa dilarang, tidak bisa menggunakan kata “TIDAK” yang ada adalah dia akan melakukan hal yang sebaliknya. Sampai pernah suatu waktu, nifaa suliit sekali untuk diminta foto endorsement (biasanya juga harus ada rayuan rayuan hehe), alhasil gda bilang begini, “ nifaa jangan senyum jangan lihat kamera ya!” dan dia melakukan hal sebaliknya! Hahahaha. GMZ deh. Untuk mengajari balita juga, baiknya adalah lewat contoh dan teladan, misalnya kita sebagai orangtua menyuruh mereka untuk shalat dan mengaji, tapi kita tidak melakukannya? Jangan harap mereka mau nurut deh. Ada juga cara lain dalam mengajari balita, yaitu dengan memberi mainan yang edukatif dan mereka suka, beri pujian sewaktu mereka melakukan kebaikan, beri ruangan atau space khusus untuk mereka berkreasi ( ini benar sekali, karena jujur saja gda sudah pasrah ketika rumah baru kami sekarang tembok nya penuh dengan prakarya anak anak hihihi, sudah tidak mulus lagi, yah namanya juga ada 3 balita di rumah (elus dada) ) jadi sekarang langsung deh prepare tembok khusus corat coret.
Narasumber berikutnya adalah ibu Julia, Ma sha Allah beliau adalah guru sekaligus pendiri salah satu TK di Bandung. Beliau bilang bahwa  yang menjadi prioritas kita sebagai orang tua dalam mendidik anak anaknya adalah pada saat anak baru lahir hingga SMA. Ketika bekal Aqidah, Akhlak dan ilmunya kuat, in sha Allah ketika dia dewasa nanti, dia akan lebih mudah menjalani hidupnya (tapi bukan berarti kita lepas tanggung jawab yaa setelah mereka kuliah nanti). Tidak ada anak yang malas belajar, semua anak itu hakikatnya senang belajar. Jika dia malas belajar, berarti ada sesuatu (faktor luar) sebagai pencetusnya. Kerasa banget deh, di usia segini (26 tahun) dengan dititipi 3 orang anak, terasa tidak mudah dalam mengolah emosi, fikiran, dan tenaga. Karena keinginan, obsesi dan ambisi sedang tinggi namun harus berusaha “meredam” ego tersebut karena dititipi amanah yang lebih besar.  Tapi gda yakin, perjuangan ini tidak akan sia-sia, Bismillah. Pesan ibu Julia yang paling gda ingat adalah kita harus selalu TAWADHU (rendah hati) sehingga kita mau terus belajar tanpa merasa lebih dari yang lainnya, dan selalu BERSYUKUR karena bagaimanapun kita berusaha, sebetulnya Allah lah yang menolong kita. Dan kedua hal ini harus kita tanamkan kepada anak-anak kita. Anak-anak kita pun harus kita kenalkan tentang diri mereka sendiri, tentang siapa Rabbnya, darimana berasal, mau kemana, bagaimana cara kita hidup, dan tujuan hidup ini apa (tidak lain dan tidak bukan adalah untuk IBADAH).
Menurut pengalaman pribadi, menghadapi anak anak itu berbeda-beda sesuai dengan tahapan perkembangan umur dan tingkat kematangan. Tentu berbeda dalam menangani Nifaa yang sudah 4 tahun, dengan Ziran dan Zirin yang masih berumur 1.8 tahun (yang jelas mereka sama sama balita, dan lagi meumeujeuhna (nah lho! apakah ini? hihihi ) Menjadi seorang ibu itu, tidak hanya di tuntut untuk bisa merawat dan mendidik, tapi juga belajar untuk mengelola emosi dan fikiran. Terkadang rasanya tubuh lelah dan sepertinya sudah 5 watt, tapi fikiran di tuntut untuk tidak ikut lelah, karena jika fikiran dan emosi sudah susah berfikir positif, bawaannya ingin marah-marah dan khawatir anak anak menjadi korban pelampiasan (padahal mereka salah apa?) dan biasanya, ketika kita "GALAU" yang inginnya kita diperhatikan / anak anak mengerti, eh malah anak anak biasanya ikut "REWEL" alias galau juga. hehehe!
ohya, pada saat seminar, ada ibu-ibu yang bertanya bagaimana menangani anak di usia remaja? Karena anak-anak masih pada kecil, jadi memang gda belum punya pengalaman dalam menangani anak diusia remaja. Tapi Alhamdulillah, gda dididik oleh orang tua dengan cara yang demokratis. Orangtua hampir tidak pernah memarahi gda dengan penuh emosi dan melarang ini itu (bahkan untuk pilihan pekerjaan, jalan hidup pun orang tua tidak pernah memaksakan kehendak mereka), semua diserahkan kepada gda. Tentunya tidak diserahkan begitu saja, tapi melalui diskusi-diskusi, pengalaman, dan pembelajaran. Biasanya dalam setiap diskusi, bapak/mamah bilang, "kira-kira menurut ghaida, Allah suka tidak? banyak mudhorotnya ataukah manfaatnya?" itu saja yang menjadi pertimbangan (padahal justru pertanyaan seperti itu berat sekali, karena tanggung jawabnya dunia dan akhirat). Alhamdulillah gda jadi seperti diajak "mikir" dan bertanggung jawab pada setiap apapun yang gda lakukan, dan gda sampai saat ini masih belajar untuk lebih menjaga amanah dan bertanggung jawab dengan setiap keputusan yang diambil.

Baiklah, semoga tulisan ini bermanfaat ya! bagi teman-teman yang sudah dititipi amanah berupa anak, tetap semangat! semangat belajar, memperbaiki diri, dan beramal. Semoga anak-anak kita memang menjadi jalan kita untuk bahagia di dunia dan akhirat. ^^ bagi teman-teman yang belum dititipi anak, jangan jadi takut atau bersedih, karena setiap orang sudah ada garis takdir masing-masing. Semua Episode kehidupan kita, tidak lain dan tidak bukan adalah sebagai JALAN kita beribadah kepadaNya. Bismillah..

Kamis, 01 Januari 2015

Welcome 2015 !

Assalamualaikum temen temen!

Bertemu lagi dengan sayaaaa... Ghaida Tsurayya lewat blog ini di awal tahun 2015 ^^



Yang paling di ingat di tahun 2014 yaitu tahun dimana gda benar-benar seperti masa "orientasi" berusaha mencari "jatidiri" sambil terus belajar dan berusaha langsung mengamalkan. Entah ini dibilang terlambat atau bahkan memang episode hidupnya seperti ini. hehe, katanya kan kalo masa SMA adalah masa pencarian jati diri, tapi gda merasa justru sekarang seperti mengulang proses pencarian sampai ketemu (yang artinya memang sekarang belum "ketemu" 100%) tapi ya mungkin memang begitulah hidup, tiap episodenya berbeda-beda, membuat kita harus terus belajar dan belajar. Hidup itu memang Belajar ^^ dan gda yakin, justru proses itu lah yang Allah catat sebagai ibadah kita (jika kita niatkan karena Allah). Huaaaaa.. tiada kata selain, Bismillah.

Semoga di tahun 2015 ini, bisa mengisi hari-hari dengan hal yang lebih bermanfaat, penuh kebahagiaan dan keberkahan dari Allah SWT. Terkadang kita sibuk menyusun rencana ini dan itu, dengan berbagai target dan ambisi, namun Allah jua lah yang berkehendak. Semoga apa yang kita inginkan, kita rencanakan, ada tuntunan Allah di dalamnya. Rasulullah bilang bahwa manusia paling hebat adalah yang bisa melawan hawa nafsunya, dan memaaang melawan hawa nafsu diri tidaklah mudah, setan selalu membisiki kita untuk melakukan hal yang tidak Allah sukai baik itu terang terangan maupun sembunyi-sembunyi. Semoga di tahun 2015 ini, apapun rencana kita, apapun target kita, kita bisa melakukan sebaik-baiknya hanya karena Allah semata, jadi setan kalah deh! ^^ Let's start this 2015 with Bismillahirrohmanirrohim ^^